Ponpes Roudhatul Qur’an Annasimiyyah

SEJARAH SINGKAT PONPES RAUDHATUL QUR’AN ANNASIMIYYAH

Proses pendidikan generasi muslim Indonesia tidaklah cukup dibebankan kepada sekolah-sekolah umum, tetapi proses pendidikan mereka dapat dilaksanakan di Pondok-Pondok Pesantren yang dikelola dengan baik...

K.H. Hanief Ismail Lc.

K.H. Hanif Ismail Lc.

KH. Hanief Ismail, LC Merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Qur'an Annasimiyyah, beliau lahir di Semarang tanggal 15 Agustus 1953

TPA PPRQA

Profile TPQ

TPQ RAUDHATUL QUR’AN ANNASIMIYYAH berdiri pada 15 Agustus 2009 Taman Pendidikan Al-Qur'an ini didirikan oleh KH. Hanief Isma‘il, Lc.

Ziarah Malam Sabtu  Legi

Ziarah Malam Sabtu Legi

Ziarah malam Sabtu Legi merupakan agenda rutin di Ponpes Raudlotul Qur’an Annasimiyyah selain bulan Ramadhan .

Senin, 14 Januari 2013

Pondasi Dasar Sebuah Pondok Pesantren

Untuk hati-hati yang bersemayam di pondok , saya yakin semua berniat untuk menyucikan diri menggapai tujuan akhirat yang mulia, teringat ngendikane abah yai setiap ada santri baru :
1. mondok tujuane injih meniko li izalatil jahli ( menghilangkan kebodohan )
2. litholabil 'ilmi ( mencari ilmu ) 
3. li mardlotillah ( mencari keridloan allah )
4. birrul walidain ( berbakti kepada orang tua )
5. jahid fi sabilillah ( berjuang dijalan Allah SWT )
# kalau salah di benarkan ya kawan-kawan!

oleh karena itu dari manapun kita, dan kuliah dengan varietes yang berbeda, tidak terkecuali, urusan agama adalah urusan bersama, dengan semboyan " fastabiqul khoirot" mari kita songsong masa depan yang cerah bahagia dunia akhirat....amin....buat rencang-rencang semua salam sukses.....dan mari berdoa untuk kesehatan dan kesejahteraan kita, keluarga kita dan khususnya abah yai  sekeluarga...amin ya rabbal 'alamin wa ya mujibas saailiin...

Selasa, 08 Januari 2013

Patience Keeps Dream and Purpose Alive

Apasih sebenarnya Patience atau yang dalam bahasa indonesia berarti Sabar?  Sabar merupakan bentuk ke-Ikhlasan kita untuk dapat menerima kenyataan (Takdir) yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa . karena di dalam agama islam kita harus meyakini bahwa segala sesuatu itu berasal dari Allah. tetapi kita juga diharuskan untuk berusaha (Ikhtiar), dan ketika usaha kita tidak seperti apa yang kita harapkan maka bersabarlah, janganlah menagisi susu yang sudah tumpah, karena hal tersebut akan sia-sia.
Ber-Sabar lah tanpa batas, karena yang demikian itu pasti akan menjadi keuntungan tersendiri bagi kita, baik di Kehidupan Dunia ini, maupun di Kehidupan Akhirat kelak. banyak dalil qur’an maupun hadist tentang sabar.bahkan juga dilantunkan didalam syi’ir Tanpo Waton yang dilantunkan oleh almarhum Gus Dur :

Uripe ayem, rumongso aman

dununge roso tondo yen iman
Sabar Narimo najan pas-pasan
Kabeh tinakdir sangking Pengeran2x
KARENA DENGAN BERSABAR BERARTI KITA NERIMO (MENERIMA) DAN DENGAN SIFAT NERIMO(TAWAKKAL) HATI AKAN TENANG DAN KETIKA HATI TENANG MEMBUAT KITA TERHINDAR DARI YANG NAMANYA “GALAU” , PUTUS ASA, STRESS, GILA BAHKAN BUNUH DIRI. DAN DENGAN BERSABAR HARAPAN DAN CITA2 KITA AKAN TERJAGA.
Banyak orang yang beranggapan bahwa KESABARAN MEMILIKI BATAS, sehingga dianggap bila sebuah persoalan sudah melewati batas, maka orang tersebut menggangap bahwa ia sudah diperbolehkan untuk bertindak semaunya. ini merupakan pernyataan yang SALAH karena ketika orang sudah  menggangap bahwa ia sudah diperbolehkan untuk bertindak semaunya berarti orang tersebut BUKAN orang sabar.
Semakin berat cobaan yang di berikan tuhan oleh hambanya,maka semakin mulialah  derajat orang tersebut dimata ALLAH ketika dia mampu bersabar. hal ini sudah terbukti zaman nabi dahulu, mulai nabi ADAM alaihissslam sampai sekarang.contoh:  para Rasul saja yang memiliki derajat tinggi, dicoba dengan cobaan yang sangat berat seperti nabi Adam yang diturunkan ke BUMI yang hina dari Surga yang mulia, Nabi Nuh dengan Kaumnya yang dholim, Nabi Yunus yang ditelan oleh ikan dan nabi Muhammad Shollallahu alaihi wasallam yang perjuangan menyebarkan islamnya selalu diganggu kaum Kafir. namun beliau semua tetap bersabar dan Twakkal kepada Allah sehingga dapat menghadapi semuanya.
Oleh sebab itu, sebaiknya teruskan untuk ber-Sabar tanpa batas-batasan, karena dibalik kesulitan pasti ada kemudahan dan sesungguhnya memang tidak ada batas bagi sebuah Kesabaran, seperti hal nya dengan rasa Syukur, Tawakal serta Taqwa.

SEJARAH SINGKAT PONPES RAUDHATUL QUR’AN ANNASIMIYYAH


Proses pendidikan generasi muslim Indonesia tidaklah cukup dibebankan kepada sekolah-sekolah umum, tetapi proses pendidikan mereka dapat dilaksanakan di Pondok-Pondok Pesantren yang dikelola dengan baik, sebagai salah satu model pendidikan di Indonesia yang diakui dan telah terbukti sejak zaman kolonial mampu menghasilkan generasi muslim yang tangguh, cerdas, cinta terhadap tanah airnya, dan berakhlaq mulia.
Pondok Pesantren Raudhatul Qur’an yang berlokasi di Kauman Semarang dan didirikan/diasuh oleh Almaghfurlah KH. M Turmudzi Taslim, AH. adalah sebuah lembaga pendidikan yang berbasis Al Qur’an yang bermula dari memberikan pengajaran Al Qur’an bin nazhar kepada masyarakat Kauman dan sekitarnya. Sejalan dengan perubahan keadaan dari waktu ke waktu, masyarakat , khususnya wali santri, banyak yang menghendaki agar putra putrinya yang sudah khatam Al Qur’an bin nadzar bisa melanjutkan ke jenjang membaca Al Qur’an bil ghoib (hafalan). Maka dibangunlah Pondok Pesantren untruk santri putra maupun santri putri di lokasi yang berbeda meskipun masih di wilayah Kauman Semarang.
K.H. Hanief Ismail, Lc. sebagai salah satu santri Almaghfurlah KH. M Turmudzi Taslim, AH., berkeinginan melanjutkan cita-cita Beliau untuk mengembangkan sistem pendidikan maupun sarana-prasarana pendidikan pondok pesantren agar tetap mampu menjawab tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat melalui pendidikan di pondok pesantren sebagai ikhtiar untuk menjadikan generasi muslim Indonesia yang Qur’ani, cerdas, berilmu dan berakhlaq mulia. Salah satu segmen yang ingin dibina adalah para pelajar dan mahasiswa, yang notabene tidak dapat terakomodasi di Ponpes dan TPA Raudhatul Qur’an Kauman-Semarang, karena di sana fokus pada pembelajaran dan hafalan Al Qur’an.
Dari pemikiran-pemikiran tersebut di atas, maka pada tanggal 10 Muharram 1431 Hijriyyah, dibangunlah lokal baru sebagai pengembangan Pondok Pesantren dan Taman Pendidikan Al Qur’an “Raudhatul Qur’an” Kauman-Semarang di lokasi Jalan Puspanjolo Dalam XI Semarang (satu lingkungan dengan TK dan SD Nasima), dengan nama Ponpes “Raudhatul Qur’an Annasimiyyah” agar dapat mengikuti perkembangan zaman serta dapat memberikan pelayanan yang lebih baik bagi kebutuhan masyarakat.
Kurikulum dan materi pendidikan / pembelajaran yang dilaksanakan di lokasi baru ini direncanakan tidak hanya memberikan pendidikan/pengajaran Al Qur’an/Hafalan Al Qur’an saja, akan tetapi juga memberikan pendidikan/pengajaran ilmu-ilmu agama yang lain, melalui kajian kitab-kitab kuning / salafiyah, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris aktif, serta bentuk-bentuk kajian ilmu agama melalui media-media pembelajaran yang sesuai perkembangan zaman / teknologi terkini.
Pondok Pesantren dan Taman Pendidikan Al Qur’an ”Raudhatul Qur’an Annasimiyyah” Semarang memiliki visi dan misi sebagai berikut :
VISI : Terciptanya generasi muslim Indonesia yang Qur’ani, cerdas, berilmu, dan berakhlaq mulia.
MISI :
1.Menyelenggarakan pendidikan pondok pesantren yang berkualitas untuk membekali ilmu-ilmu agama kepada para santri melalui pengkajian kitab-kitab kuning/salafiyah ‘ala madzhabi ahlis sunnah wal jama’ah;
2.Menyelenggarakan pendidikan pondok pesantren untuk membekali para santri kemampuan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris secara aktif;
3.Menyediakan sarana prasarana sebagai pusat informasi dan pusat kajian ilmu-ilmu agama;

Selasa, 01 Januari 2013

Khitobah

Khitobah adalah latihan berpidato yang dilaksanakan setiap malam selasa sehabis Isya’. Kegiatan ini bertujuan melatih mental, keberanian dan kemampuan para santri untuk bisa berda’wah/berpidato didepan orang banyak untuk mengajak ummat kejalan kebaikan dan kebenaran, menyampaikan amar ma’ruf dan mencegah segala kemungkaran dengan bijaksana. Selain khitobah agenda rutin ini diikuti dengan latihan sebagai pembawa acara, qiro'atulqur'an (membaca Alqur’an),dan bilal. Kegiatan dilaksanakan sesuai tugas dan jadwal yang diberikan kepada para santri

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More